Tentang Vaksinasi COVID-19

Lawan
                                Covid19

Apa Itu Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemberian Vaksin dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

Pelayanan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan, meliputi:

  • Puskesmas, Puskesmas Pembantu
  • Klinik
  • Rumah Sakit dan/atau
  • Unit Pelayanan Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

Atau Cek Disini


Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas juga dapat membuat pos pelayanan vaksinasi COVID-19. Dianjurkan agar setiap sasaran mencari informasi terlebih dahulu terkait jadwal layanan masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan atau pos pelayanan vaksinasi.

Bagaimana Vaksin bisa bekerja di dalam tubuh untuk melindungi kita?

  • Vaksin adalah produk biologi yang diberikan kepada seseorang untuk melindunginya dari penyakit yang melemahkan, bahkan mengancam jiwa.
  • Vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit tertentu pada tubuh seseorang.
  • Tubuh akan mengingat virus atau bakteri pembawa penyakit, mengenali dan tahu cara melawannya.
Lawan Covid19

Daftar Vaksin COVID-19 Yang Digunakan di Indonesia

Dalam pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, pemerintah mengupayakan ketersediaan vaksin terpenuhi untuk setidaknya 208.265.720 penduduk untuk tercapainya kekebalan kelompok.

Upaya-upaya pengadaan vaksin ini dilakukan melalui perjanjian bilateral dan perjanjian multilateral seperti COVAX Facility bersama GAVI dan WHO, ataupun donasi yang diberikan oleh negara-negara sahabat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia sudah memberikan izin penggunaan darurat pada 10 jenis vaksin COVID-19, yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Sputnik-V, Janssen, Convidencia, dan Zifivax.

Masing-masing dari jenis vaksin ini memiliki mekanisme untuk pemberiannya masing, baik dari jumlah dosis, interval pemberian, hingga platform vaksin yang berbeda-beda, yakni inactivated virus, berbasis RNA, viral-vector, dan sub-unit protein.

*Vaksin yang disediakan adalah vaksin yang sudah dipastikan keamanan dan efektivitas.


Vaksin Sinovac

COVID-19 Vaccine (Vero Cell) Inactivated, CoronaVac® adalah sebuah vaksin inaktivasi terhadap COVID-19 yang menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa risiko menyebabkan penyakit. Setelah vaksin inaktivasi ini bersentuhan dengan sistem kekebalan tubuh, produksi antibodi terstimulasi, sehingga tubuh siap memberikan respons terhadap infeksi dengan SARS-CoV-2 hidup. Vaksin ini mengandung ajuvan (aluminium hidroksida), untuk memperkuat respons sistem kekebalan.

Presentasi

Suspensi inaktivasi berbentuk cair keseluruhan yang mengandung ajuvan dan bebas pengawet untuk disuntikkan, dalam kemasan ampul dan alat suntik nonautodisabled syringe terisi.

Direkomendasikan untuk usia :

Suspensi inaktivasi berbentuk cair keseluruhan yang mengandung ajuvan dan bebas pengawet untuk disuntikkan, dalam kemasan ampul dan alat suntik nonautodisabled syringe terisi.

  • 18 hingga 59 tahun (menurut EUL WHO)

Berdasarkan data yang dikaji, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) WHO merekomendasikan penggunaan pada orang berusia 18 dan lebih.

Jadwal yang direkomendasikan :

2 dosis (masing-masing 0,5 mL) dengan interval 2 hingga 4 minggu:

  • Dosis 1: tanggal pemberian awal.
  • Dosis 2: 14 hingga 28 hari setelah dosis pertama.

Sumber : https://www.who.int/indonesia/

Vaksin ASTRAZENECA

Vaksin ChAdOx1-S/nCoV-19 adalah vaksin vektor adenovirus non-replikasi untuk COVID-19. Vaksin ini mengekspresikan gen protein paku SARS-CoV-2, yang menginstruksikan sel inang untuk memproduksi protein S-antigen yang unik untuk SARS-CoV-2, sehingga tubuh dapat menghasilkan respons imun dan menyimpan informasi itu di sel imun memori. Efikasi dalam uji-uji klinis pada peserta yang menerima vaksin ini dengan lengkap (dua dosis) di inggris, Brazil, dan Afrika Selatan tanpa memandang interval dosis adalah 61%, dengan median masa pengamatan 80 hari, tetapi cenderung lebih tinggi jika interval ini lebih panjang. Data tambahan dari analisisanalisis interim atas uji klinis di Amerika Serikat menunjukkan efikasi vaksin 76% terhadap infeksi SARS-CoV-2 simtomatik.

Presentasi

Suspensi cair multi-dosis bebas pengawet.

Direkomendasikan untuk usia :

Suspensi inaktivasi berbentuk cair keseluruhan yang mengandung ajuvan dan bebas pengawet untuk disuntikkan, dalam kemasan ampul dan alat suntik nonautodisabled syringe terisi.

  • 18 tahun dan lebih, termasuk usia 65 tahun dan lebih.
Jadwal yang direkomendasikan :

2 dosis (masing-masing 0,5 mL) dengan interval 4–12

WHO merekomendasikan interval 8–12 minggu:

  • Dosis 1: tanggal pemberian awal.
  • Dosis 2: delapan hingga 12 minggu setelah dosis pertama.

Sumber : https://www.who.int/indonesia/

Vaksin MODERNA

Vaksin COVID-19 Moderna adalah sebuah vaksin berbasis RNA duta (messenger RNA/mRNA) untuk COVID-19. Sel inang menerima instruksi dari mRNA untuk memproduksi protein S-antigen unik SARS-CoV-2, sehingga tubuh dapat menghasilkan respons kekebalan dan menyimpan informasi itu di dalam sel imun memori. Efikasi menurut uji-uji klinis pada peserta yang menerima dosis lengkap vaksin ini (dua dosis) dan memiliki status awal SARS-CoV-2 negatif adalah sekitar 94% dengan median masa pengamatan sembilan minggu. Semua data yang dikaji mendukung kesimpulan bahwa manfaat yang diketahui dan potensial dari vaksin mRNA-1273 lebih besar dibandingkan risiko diketahui dan potensialnya.

Presentasi

Suspensi multidosis beku, steril, dan tanpa pengawet.

Direkomendasikan untuk usia :

18 tahun dan lebih

Vaksinasi untuk orang lanjut usia direkomendasikan tanpa batas atas usia.

Jadwal yang direkomendasikan :

2 dosis (100 μg, masing-masing 0,5 mL), dengan rekomendasi interval 28 hari:

  • Dosis 1: tanggal pemberian awal.
  • Dosis 2: 28 hari setelah dosis pertama.

Sumber : https://www.who.int/indonesia/

Vaksin SINOPHARM

SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell) adalah sebuah vaksin inaktivasi terhadap COVID-19 yang menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa risiko menyebabkan penyakit. Setelah vaksin inaktivasi ini bersentuhan dengan sistem kekebalan tubuh, produksi antibodi terstimulasi, sehingga tubuh siap memberikan respons terhadap infeksi dengan SARS-CoV-2 hidup. Vaksin ini mengandung ajuvan (aluminium hidroksida), untuk memperkuat respons sistem kekebalan. Sebuah uji klinis fase 3 besar menunjukkan bahwa dua dosis dengan interval 21 hari memiliki efikasi 79% terhadap infeksi SARS-CoV-2 simtomatik pada 14 hari atau lebih setelah dosis kedua. Uji klinis ini tidak dirancang maupun cukup kuat untuk menunjukkan efikasi terhadap penyakit berat.

Presentasi

Suspensi inaktivasi berbentuk cair keseluruhan yang mengandung ajuvan dan bebas pengawet, dalam kemasan ampul dan alat suntik auto-disabled syringe terisi.

Direkomendasikan untuk usia :

18 dan lebih. Vaksinasi rutin untuk anak-anak atau remaja di bawah usia 18 tahun tidak direkomendasikan, tetapi penelitian sedang berlangsung.

Vaksinasi untuk orang lanjut usia direkomendasikan tanpa batas atas usia.

Jadwal yang direkomendasikan :

2 dosis (masing-masing 0,5 mL) dengan interval tiga hingga empat minggu:

WHO merekomendasikan interval 8–12 minggu:

  • Dosis 1: tanggal pemberian awal.
  • Dosis 2: 21 hingga 28 hari setelah dosis pertama.

Sumber : https://www.who.int/indonesia/

Vaksin PFIZER

COMIRNATY® adalah sebuah vaksin berbasis RNA duta (messenger RNA/mRNA) untuk COVID-19. mRNA menginstruksikan sel untuk memproduksi protein S-antigen (bagian dari protein paku (spike)) yang unik untuk SARS-CoV-2 untuk menstimulasi respons kekebalan. Dalam uji-uji klinis, efikasi pada peserta dengan atau tanpa bukti infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya dan yang menerima dosis lengkap vaksin ini (dua dosis) diperkirakan 95% dengan median masa pengamatan dua bulan.

Presentasi

Konsentrat multi-dosis beku, steril, dan tanpa pengawet untuk dilarutkan sebelum diberikan.

Direkomendasikan untuk usia :

16 tahun dan lebih Vaksinasi untuk orang lanjut usia direkomendasikan tanpa batas atas usia.

Jadwal yang direkomendasikan :

2 dosis, direkomendasikan dengan interval 21–28 hari:

  • Dosis 1: tanggal pemberian awal.
  • Dosis 2: 21–28 hari setelah dosis pertama.

Sumber : https://www.who.int/indonesia/

Vaksin Novavax

Platform

Protein sub-unit

Jadwal yang direkomendasikan :

Jeda Pemberian Dosis : 21 Hari

  • Jumlah Dosis: 2 x (0,5 ml/dosis)
Vaksin sputnik

Platfrom

Non-replicating viral vector

Efek Samping :

Efek samping dari penggunaan Sputnik v merupakan efek samping dengan tingkat keparahan ringan atau sedang seperti flu yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi, nyeri otot, badan lemas, ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

Jadwal yang Direkomendasikan :

Jeda Pemberian Dosis : 21 Hari

  • Dosis 1: (0,5 ml/dosis)
  • Dosis 2: (0,5 ml/dosis)
Vaksin janssen

Belum Ada data janssen

Platform

Non-replicating viral vector

Jadwal yang direkomendasikan :

Tunggal

  • Dosis 1: (0,5 ml/dosis)

Sumber : https://www.who.int/indonesia/

Vaksin convidencia

Belum Ada data Convidencia

Platform

Non-replicating viral vector

Efek Samping:

KIPI dari pemberian vaksin Convidecia juga menunjukkan reaksi ringan hingga sedang. KIPI lokal yang umum terjadi, antara lain adalah nyeri, kemerahan, dan pembengkakan, serta KIPI sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah, nyeri otot, mengantuk, mual, muntah, demam dan diare.

Jadwal yang direkomendasikan :

Tunggal

  • Dosis 1: (0,5 ml/dosis)
Vaksin zifivax

Platform

Rekombinan protein sub-unit

Efek Samping:

Efek samping pemberian vaksin Zifivax antara lain timbul nyeri pada tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot (myalgia), batuk, mual (nausea), diare dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2.

Jadwal yang direkomendasikan :

Jeda Pemberian Dosis : 3 x 30 Hari

  • Dosis 1: (0,5 ml/dosis)
  • Dosis 2: (0,5 ml/dosis)
  • Dosis 2: (0,5 ml/dosis)

Tanya Jawab

Vaksin booster diberikan untuk masyarakat umum mulai 12 Januari 2022.

sumber: Kemenkes


Vaksin booster gratis untuk semua masyarakat.

sumber: Kemenkes


Anda bisa mendapatkan vaksin booster setelah 6 bulan mendapatkan vaksin dosis kedua. Jadwal dan tiket vaksinasi akan muncul di aplikasi PeduliLindungi pada menu “Status Vaksinasi & Hasil Tes Covid-19”.

sumber: Kemenkes


Masyarakat yang termasuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin booster dapat mengecek tiket dan jadwal vaksinasi di website dan aplikasi PeduliLindungi. Tiket tersebut dapat digunakan di fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat pada waktu yang sudah ditentukan.

Melalui website, masyarakat bisa mengunjungi pedulilindungi.id dan mengecek status dan tiket vaksinasi dengan memasukkan “Nama Lengkap” dan “NIK”, lalu klik periksa. Jika melalui aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Buka aplikasi PeduliLindungi
  • Masuk dengan akun yang terdaftar
  • Klik menu “Profil” dan pilih “Status Vaksinasi & Hasil Tes Covid-19”
  • Status dan jadwal vaksinasi booster akan muncul di akun 
  • Untuk cek tiket, masuk ke menu “Riwayat dan Tiket Vaksin”

sumber: Kemenkes


Semua masyarakat berhak mendapatkan vaksin booster. Namun untuk tahap pertama, vaksinasi booster untuk masyarakat umum diperuntukkan bagi orang lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan (penderita imunokompromais).

sumber: Kemenkes


Kombinasi vaksin booster yang saat ini diberikan berdasarkan pertimbangan para peneliti dalam dan luar negeri serta sudah dikonfirmasi oleh Badan POM dan ITAGI, meliputi:

  • Untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac akan diberikan setengan dosis Astra Zeneca atau Pfizer.
  • Untuk sasaran dengan dosis primer Astra Zeneca akan diberikan setengah dosis Moderna atau Pfizer.

Bila ada regimen dosis lanjutan yang baru akan disampaikan kemudian.

sumber: Kemenkes

Info Penting