Aktris Olla Ramlan Tetap Produktif Saat Pandemi

Graha BNPB Jakarta 27 Oktober 2020 - Aktivitas di dalam rumah saat masa pandemi ini memunculkan beragam kreativitas yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Kegiatan yang semula hanya mengisi waktu dalam rumah ternyata menjadi ladang bisnis baru.

Demikian diutarakan model, presenter, dan juga aktris Olla Ramlan dalam talkshow "Perubahan Perillaku dan Daya Beli Selama Pandemi" di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta pada Selasa (27/10) pagi.

Selebritas yang hadir via aplikasi Zoom ini menjelaskan sejak pandemi dirinya memutuskan lebih banyak di rumah. 
Namun karena bukan tipe ibu rumah tangga rumahan, Olla terus memutar otak mencari aktivitas di dalam rumah agar tidak jenuh lantaran jadwal syuting seluruhnya berhenti sementara.

"Akhirnya saya bikin produk kecantikan, sebentar lagi launching parfume dan beberapa produk yang dibuat sengaja saat pandemi," ujar Olla Ramlan.

Istri dari Muhammad Aufar Hutapea ini menambahkan sejak awal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), awal Maret 2020 dirinya sempat merintis usaha kuliner, seperti baso tahu, donat, dan jenis kudapan lainnya.

Kemudian belum lama ini dirinya membangun tim e-Sports sendiri yang sudah membina empat tim profesional.

"Kalau diambil hikmah seorang perempuan bisa melakukan semuanya," kata Olla yang kini memakai jilbab.

Pengurus BPP HIPMI Bidang Sosial, Pemuda, dan Olahraga Reisya Ventra mengatakan pandemi ini mengubah perilaku belanja masyarakat yang cenderung simpel dan lebih peduli terhadap kesehatan.

Kini perilaku konsumsi dengan berbelanja dari rumah dengan aplikasi digital.

Dengan perubahan itu Reisya pun mengubah pemasaran bisnisnya ke digital dan produk yang lebih tahan lama, seperti frozen food.

"Pengalaman sekarang semua pembelian dilakukan via online dan nggak mau ribet," ujar Reisya Ventra.

Ketua Umum Forum CSR DKI Jakarta Mahir Bayasut, yang dikenal sebagai pengusaha properti, mengatakan pemasaran kini dilakukan serba digital, yang semula melalui penyebaran brosur atau mengandalkan pameran.

Menghadapi situasi pandemi perusahaannya melakukan rapid test seluruh pekerja proyeknya dan memberikan vitamin guna memastikan aman dari penyebaran virus corona.

"Kalau dulu bisnis properti itu ada event dan expo. Kini semuanya melakukan online dan tidak ada lagi marketing bagi brosur lagi. Sekarang semuanya digital," kata Mahir.

(STPC19/AHM/DDL)

Bagikan