Kesembuhan COVID-19 Terus Bertambah Mencapai 3.989.326 Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 19 September 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 6.186 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 3,9 juta orang sembuh atau tepatnya 3.989.326 orang (95,2%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 4.097 kasus dan totalnya menurun menjadi 60.969 kasus (1,5%). Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 2.234 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.190.763 kasus. 

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 145 kasus dan kumulatifnya mencapai 140.468 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 192.413 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 234.824 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 terus bertambah dan hari ini sebanyak 974.837 orang dengan totalnya melebihi 79 juta orang atau 79.515.356 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi ke-2 juga meningkat melebihi 45 juta orang atau angka tepatnya 45.134.194 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 417.624 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah sebanyak 16.926 orang dan kumulatifnya sebanyak 855.804 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Tengah menambahkan 1.401 orang dan kumulatifnya 444.086 orang, diikuti Jawa Barat menambahkan 622 orang dan kumulatifnya 681.271 orang, Jawa Timur menambahkan 476 orang dan kumulatifnya 360.488 orang, Sumatera Utara menambahkan 306 orang dan kumulatifnya 96.872 orang serta Aceh menambahkan 270 orang dan kumulatifnya 30.271 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Timur menambahkan 234 kasus dan kumulatifnya 393.207 kasus, diikuti Jawa Tengah menambahkan 219 kasus dan kumulatifnya 479.302 kasus, Jawa Barat menambahkan 170 kasus dan kumulatifnya 700.651 kasus, DKI Jakarta menambahkan 155 kasus dan kumulatifnya 856.161 kasus serta Sumatera Utara menambahkan 145 kasus dan kumulatifnya 103.281 kasus.

Untuk sebaran kasus aktif per provinsi, angka tertinggi berada di Jawa Tengah sebanyak 5.497 kasus, Jawa Barat sebanyak 4.850 kasus, Aceh sebanyak 4.826 kasus, Sumatera Utara sebanyak 3.649 kasus dan Jawa Timur sebanyak 3.484 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Sumatera Utara menambahkan 17 kasus dan kumulatifnya 2.760 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 16 kasus dan kumulatifnya tertinggi mencapai 29.235 kasus, Bali menambahkan 14 kasus dan kumulatifnya 3.840 kasus, Aceh menambahkan 12 kasus dan kumulatifnya 1.792 kasus serta Jawa Tengah menambahkan 11 kasus dan kumulatifnya 29.719 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 36.393.201 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.778.605 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 26.917.526 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 2,12% dan positivity rate spesimen mingguan (12 - 18 September 2021) di angka 2,65%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 34 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 133.765 orang dan kumulatifnya 24.221.606 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 20.030.843 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 131.531 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 1,67% dan positivity rate orang mingguan (12 - 18 September 2021) di angka 2,19%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 19 September 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/VJY]

Bagikan