Saat berbelanja bahan makanan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda. Jika memungkinkan, bersihkan pegangan kereta belanja atau keranjang sebelum berbelanja. Saat tiba di rumah, cuci tangan Anda sampai bersih dan juga setelah memegang dan menyimpan produk yang Anda beli.
Saat ini tidak ada kasus konfirmasi COVID-19 yang ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan.
sumber: WHO
Buah dan sayuran adalah komponen penting dalam diet sehat. Cuci buah dan sayuran dengan cara yang sama ketika Anda mencucinya dalam keadaan lain: sebelum menyentuh buah dan sayuran, cuci tangan Anda dengan sabun dan air bersih mengalir. Kemudian, cuci buah dan sayuran secara menyeluruh dengan air bersih, terutama jika Anda memakannya dalam keadaan mentah.
sumber: WHO
Saat ini, penyelidikan awal menunjukkan bahwa virus dapat ada pada kotoran dalam beberapa kasus, tetapi belum ada laporan penularan COVID-19 melalui kotoran. Selain itu, sampai dengan saat ini tidak ada bukti tentang kelangsungan hidup virus COVID-19 di air atau selokan.
WHO sedang mengkaji penelitian yang sedang berlangsung terkait cara penularan COVID-19 dan akan terus menyampaikan temuan baru dalam topik ini.
sumber: WHO
Physical distancing adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di masyarakat. Secara sederhana Physical Distancing adalah menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan siapapun. Dengan kata lain: Tidak Berdekatan dan Tidak Berkumpul.
Dengan menerapkan Physial Distancing penyebaran virus dapat dicegah. Ingat, virus tidak bergerak sendiri tapi oranglah yang membawanya ke mana-mana.
Bagaimana cara melakukan Physical Distancing?
Siapa yang harus melakukan Physical Distancing?
Semua orang harus melakukannya untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.
Kamu harus lebih ketat melakukannya jika untuk melindungi orang yang berisiko, yaitu:
Isolasi diri dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan diri dan menghindari penularan pada orang-orang sekitar termasuk keluarga.
Mereka yang melakukan isolasi diri perlu melaporkan kondisi kesehatannya kepada fasilitasi layanan terdekat.
Yang dilakukan saat isolasi diri:
Rapid Test atau tes cepat COVID-19 bertujuan untuk mendeteksi kasus secara dini sehingga pemerintah dapat menyusun dan melakukan tindakan yang tepat untuk menghentikan penyebaran virus corona.
Tidak semua orang perlu mengikuti Rapid Test atau tes cepat. Hanya mereka yang direkomendasikan oleh petugas kesehatan yang perlu menjalaninya.
Rapid Test seperti apa dilakukan di Indonesia?
Saat ini pemerintah melaksanakan kebijakan Rapid Test atau tes cepat. Rapid test dilakukan dengan mengambil tetes darah untuk melihat antibodi. Dengan dilakukannya Rapid Test di banyak daerah, akan ada lonjakan kasus positif. Mengetahui kasus positif penting bagi pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dalam penanganan wabah COVID-19.
Tidak ada aktivitas mobilisasi massa untuk pemeriksaan.
Petugas akan mendatangi rumah ke rumah menelusuri riwayat kontak erat seseorang.
Bagaimana Rapid Test bekerja?
Hasil Rapid Test dapat diperoleh dengan cepat, yaitu 2-15 menit.
Perlu diingat:
Apa yang harus dilakukan setelah mendapat hasil Rapid Test?
Hasil positif harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan Laboratorium di Rumah Sakit Rujukan.
Hasil negatif harus diulang pada hari ke-10. Sementara menunggu, orang harus isolasi diri selama 14 hari. Jika muncul demam tinggi dan sesak napas maka segera ke Rumah Sakit rujukan.
Semua orang harus menggunakan masker kain jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Kamu bisa menggunakan masker kain tiga lapis yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali, agar masker bedah dan N-95 tersedia bagi petugas medis dan mereka yang sakit.
Jangan lupa untuk mencuci masker kain menggunakan air sabun agar tetap bersih.
Penggunaan masker yang keliru justru meningkatkan risiko penularan. Jangan sentuh atau buka-tutup masker saat digunakan. Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan siapapun, jangan sentuh wajah dan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.
Cara melindungi orang-orang terdekatmu dari COVID-19:
Tunjukkan aksimu!
Melindungi diri berarti melindungi sesama.
Apa AKSI nyata yang dapat kamu lakukan?
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.
COVID-19 adalah singkatan dari CoronaVirus Disease-2019.