Kesembuhan COVID-19 Terus Bertambah Mencapai 4.031.099 Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 28 September 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 3.551 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.031.099 orang (95,7%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 1.618 kasus dan totalnya menurun menjadi 38.652 kasus (0,9%). Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 2.057 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.211.460 kasus. 

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 124 kasus dan kumulatifnya mencapai 141.709 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 275.768 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 381.253 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 terus bertambah dan hari ini sebanyak 1.368.611 orang dengan totalnya melebihi 88 juta orang atau 88.531.137 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi ke-2 juga bertambah 740.242 orang dan totalnya meningkat melebihi 49 juta orang atau angka tepatnya 49.655.718 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah sebanyak 8.138 orang dan kumulatifnya sebanyak 917.545 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Sumatera Barat menambahkan 297 orang dan kumulatifnya 86.081 orang, diikuti Jawa Tengah menambahkan 292 orang dan kumulatifnya 448.021 orang, Bali menambahkan 265 orang dan kumulatifnya 107.218 orang, Kalimantan Selatan menambahkan 251 orang dan kumulatifnya 66.342 orang serta Jawa Timur menambahkan 248 orang dan kumulatifnya 363.717 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Tengah menambahkan 308 kasus dan kumulatifnya 481.666 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 205 kasus dan kumulatifnya 702.422 kasus, Jawa Timur menambahkan 179 kasus dan kumulatifnya 395.055 kasus, Sumatera Utara menambahkan 105 kasus dan kumulatifnya 104.548 kasus serta DKI Jakarta menambahkan 104 kasus dan kumulatifnya 857.439 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 20 kasus dan kumulatifnya 29.854 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 12 kasus dan kumulatifnya 29.391 kasus, Kalimantan Selatan menambahkan 11 kasus dan kumulatifnya 2.347 kasus, Sumatera Utara menambahkan 10 kasus dan kumulatifnya 2.829 kasus serta Aceh menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 1.907 kasus. 

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 38.566.783 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.814.123 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 29.055.076 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 1,40% dan positivity rate spesimen mingguan (19 - 25 September 2021) di angka 1,84%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 46 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 193.564 orang dan kumulatifnya 25.757.177 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 21.545.717 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 191.507 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 1,06% dan positivity rate orang mingguan (19 - 25 September 2021) di angka 1,51%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 28 September 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/YRM]

Bagikan