Teknologi Berbasis Digital Akan Mencegah Kecurangan Penyaluran dan Pemanfaatan Bansos

JAKARTA - Pemerintah berupaya memastikan bantuan sosial (bansos) yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran. Pemerintah berupaya mencegah terjadinya kecurangan dalam penyaluran bantuan tersebut hingga diterima oleh yang benar-benar membutuhkannya.

Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan lembaga fintech (financial technology), untuk menyiapkan aplikasi yang meningkatkan layanan kepada penerima manfaat. Aplikasi ini, bertujuan agar bansos yang disalurkan dapat dipantau prosesnya dan penerima manfaat menggunakan bantuannya sesuai kebutuhan.

"Sekaligus sebagai alat kontrol efektif kepada penerima manfaat sekaligus alat kontrol efektif dalam penggunaan bantuan sosial," Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, di Graha BNPB, Kamis (29/7/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.  

Pemerintah juga melakukan 3 langkah strategis yang mendukung agar bansos diterima tepat sasaran. Pertama, melakukan sinkronisasi dan pemadanan data dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kementerian Dalam Negeri. Kedua, memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan sosial. Dan  ketiga melibatkan dukungan teknologi berbasis digital.

Jakarta, 29 Juli 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/VJY]

Bagikan