Peniadaan Mudik Untuk Hindari Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Foto Oleh Marji - Medcom

Foto Oleh Marji - Medcom


JAKARTA - Perkembangan terkini pada kasus positif Covid-19, per 21 April 2021 terjadi penambahan harian pasien terkonfirmasi positif sebanyak 5.720 kasus dengan jumlah kasus aktif ada 101.106 kasus atau persentasenya 6,2% dibandingkan rata-rata dunia 12,8%. Jumlah kesembuhan sebanyak 1.475.456 kasus atau telah menembus angka 91,1% dibandingkan rata-rata dunia 85,1%. Pada kasus meninggal sebanyak 44.007 kasus atau 2,7% dibandingkan rata-rata dunia 2,1%. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut pada tingkatan global, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 per 22 April 2021, sebanyak 144.430.477 orang, dengan jumlah kematian 3.071.589 orang, dan jumlah kesembuhan 122.605.010 orang. 

"Dan perjuangan menghadapi pandemi masih berlangsung di berbagai negara, bahkan beberapa diantaranya semakin kewalahan beberapa bulan terakhir," menyampaikan Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (22/4/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Seperti India dengan jumlah kasus positif 2 bulan terakhir menunjukkan lonjakan yang sangat tajam. Sejak awal India berusaha menjaga kasus positif terus menurun dan berada di angka stabil rendah. Namun sejak pertengahan Februari 2021 hingga kini, kasus yang sebelumnya sekitar 9000 kasus baru menjadi lebih dari 300 ribu kasus baru per harinya yang berarti kenaikannya lebih dari 30 kali lipat. 

Turki mengalami hal tidak jauh berbeda. Kasus positifnya juga meningkat tajam. Melihat perkembangan di bulan Januari 2021, Turki berhasil mempertahankan penambahan kasus positif harian di angka 5000 kasus baru. Namun angka tersebut terus meningkat hingga April menjadi lebih dari 60 ribu kasus baru per harinya atau meningkat 12 kali lipat. Sedikit berbeda di Brazil, angka kasus positif harian belum menunjukkan perbaikan signifikan dalam 6 bulan terakhir atau sejak Oktober 2020. Sepanjang periode itu, perkembangan kasus positif berkisar di angka 50 - 70 ribu kasus per harinya. 

Mencermati data dari ketiga negara itu, setengah dari total kasus harian global disumbangkan ketiganya. Sebagai gambaran pada 21 April 2021, terjadi lonjakan kasus baru di tingkat global sebesar 880 ribu kasus, dimana 450 ribu kasus diantaranya atau lebih dari 50 persen disumbangka India, Brazil dan Turki. Tren perkembangan kasus global penting untuk diperhatikan sebagai bahan refleksi upaya penanganan Covid-19 di Indonesia.

Membandingkan dengan Brazil, negara yang berpenduduk yang mendekati jumlah penduduk Indonesia. Di Brazil mengalami kenaikan kasus melebihi 70 ribu di bulan April 2021. Sedangkan Indonesia, penambahan kasus harian berkisar di angka 4000 - 5000 kasus. Untuk itu, apabila Indonesia tidak hati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengalami lonjakan kasus yang signifikan. 

"Dan tentunya sangat berpotensi berujung fatal. Sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, kenaikan di Indonesia akan sangat berpengaruh terhadap kasus global," tambah Wiku. 

Karenanya suksesnya Indonesia dalam menekan laju penularan dapat dilihat sebagai kontribusi positif dalam perkembangan kasus dunia. Dan dalam upaya menurunkan laju penambahan kasus positif, membutuhkan upaya sangat keras, tidak hanya dari satu sektor saja. Namun seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah harus bahu membahu dalam menjaga kualitas penanganan Covid-19. 

"Lonjakan kasus dapat kita hindari dengan terus meningkatkan pelayanan pada pasien Covid-19, utamanya pada gejala sedang dan berat, serta kesadaran masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan," pesan Wiku. 

Testing dan tracing harus menjadi upaya yang ditingkatkan untuk menjaring kasus baru sebelum terlambat. Sehingga treatment dapat dilakukan sedini mungkin. Masyarakat diharapkan mentaati aturan yang dibuat pemerintah dalam penanganan Covid-19. "Sebagai catatan, adanya aturan terkait peniadaan mudik juga hasil dari pembelajaran lonjakan kasus di India beberpaa waktu lalu," pesan Wiku.


Jakarta, 22 April 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

ISTA/QQ/KRS

Bagikan