Pasien Sembuh Terus Meningkat Mencapai 3.776.891 Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 1 September 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 16.394 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 3,7 juta orang sembuh atau tepatnya 3.776.891 orang (92,1%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 6.710 kasus dan totalnya menurun menjadi 189.571 kasus (4,6%). Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 10.337 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.100.138 kasus. 

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 653 kasus dan kumulatifnya mencapai 133.676 kasus (3,3%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 220.061 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 251.359 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin pertama terus bertambah dan hari ini sebanyak 833.667 orang dengan totalnya melebihi 63 juta orang atau 63.944.955 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat melebihi 36 juta orang atau angka tepatnya 36.343.220 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 488.009 orang. Serta penerima vaksin ketiga sebanyak 648.704 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Barat menambahkan 1.779 orang dan kumulatifnya 657.824 orang, diikuti Jawa Timur menambahkan 1.480 orang dan kumulatifnya 345.470 orang, Sumatera Utara menambahkan 1.403 orang dan kumulatifnya 74.312 orang, Jawa Tengah menambahkan 1.112 orang dan kumulatifnya 417.135 orang serta DKI Jakarta menambahkan 1.097 orang dan kumulatifnya 831.264 orang. 

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Barat menambahkan 1.255 kasus dan kumulatifnya 692.178 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 1.112 kasus dan kumulatifnya 384.374 kasus, Jawa Tengah menambahkan 957 kasus dan kumulatifnya 470.278 kasus, Sumatera Utara menambahkan 731 kasus dan kumulatifnya 97.035 kasus serta DKI Jakarta menambahkan 673 kasus dan kumulatifnya 851.256 kasus.

Untuk sebaran kasus aktif per provinsi, tertinggi berada di Jawa Tengah sebanyak 24.668, Jawa Barat sebanyak 20.823 kasus, Sumatera Utara sebanyak 20.344 kasus, Papua sebanyak 12.247 kasus dan DI Yogyakarta sebanyak 11.707 kasus. 

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 162 kasus dan kumulatifnya tertinggi mencapai 28.475 kasus, Jawa Timur menambahkan 140 kasus dan kumulatifnya 28.311 kasus, Jawa Barat menambahkan 53 kasus dan kumulatifnya 13.531 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 29 kasus dan kumulatifnya 5.100 kasus serta DI Yogyakarta menambahkan 26 kasus dan kumulatifnya 4.875 kasus. 

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 32.415.133 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.614.603 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 23.104.899 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 8,00% dan positivity rate spesimen mingguan (22 - 28 Agustus 2021) di angka 13,42%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 184 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 134.079 orang dan kumulatifnya 21.621.776 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 17.521.638 orang termasuk tambahan hari in sebanyak 123.742 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 7,71% dan positivity rate orang mingguan (22 - 28 Agustus 2021) di angka 12,89%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 1 September 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/VJY]

Bagikan