Pasien Sembuh Bertambah Hingga Melebihi 2,9 Juta Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 4 Agustus 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah lagi mencapai 34.251 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga melebihi angka 2,9 juta orang sembuh atau tepatnya 2.907.920 orang (82,3%). 

Pada kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang sebanyak 131 kasus dan totalnya menurun menjadi 524.011 kasus (14,8%). Pada pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah sebanyak 35.867 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 3.532.567 kasus. 

Sementara, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 1.747 kasus dan kumulatifnya mencapai 100.636 kasus (2,8%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 242.328 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 146.820 kasus. 

Perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin pertama terus bertambah dan hari ini sebanyak 379.057 orang dengan totalnya melebihi 48 juta orang atau 48.485.265 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat melebihi 21 juta orang atau angka tepatnya 21.965.366 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 528.458 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang. 

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Tengah menambahkan 6.135 orang dan kumulatifnya 321.719 orang, diikuti Jawa Barat menambahkan 5.378 orang dan kumulatifnya 495.923 orang, Jawa Timur menambahkan 4.192 orang dan kumulatifnya 252.303 orang, DKI Jakarta menambahkan 2.471 orang sembuh dan kumulatifnya yang tertinggi sebanyak 796.364 orang serta Banten 2.420 orang dan kumulatifnya 88.461 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni Jawa Tengah menambahkan 4.169 kasus dan kumulatifnya 397.839 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 4.030 kasus dan kumulatifnya 322.735 kasus, Jawa Barat menambahkan 3.994 kasus dan kumulatifnya 622.432 kasus, DKI Jakarta menambahkan 2.981 kasus dan kumulatifnya 823.346 kasus serta Kalimantan Timur menambahkan 2.222 kasus dan kumulatifnya 123.950 kasus.

Sedangkan untuk sebaran kasus aktif, jumlah tertinggi berada di Jawa Barat sebanyak 116.549 kasus, Jawa Tengah sebanyak 55.173 kasus, Jawa Timur sebanyak 48.762 kasus, DI Yogyakarta sebanyak 38.077  kasus dan Banten sebanyak 26.750 kasus. 

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 520 kasus dan kumulatifnya 20.947 kasus, Jawa Timur menambahkan 339 kasus dan kumulatifnya 21.670 kasus, Jawa Barat menambahkan 142 kasus dan kumulatifnya 9.960 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 85 kasus dan kumulatifnya 3.616 kasus serta Banten menambahkan 80 kasus dan kumulatifnya 2.250 kasus. 

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 27.100.348 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 6.685.547 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 18.725.564 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 27,10% dan positivity rate spesimen mingguan (25 - 31 Juli 2021) di angka 30,75%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 433 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 148.812 orang dan kumulatifnya 18.382.837 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 14.850.270 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 112.945 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 24,10% dan positivity rate orang mingguan (25 - 31 Juli 2021) di angka 25,63%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 4 Agustus 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/VJY]

Bagikan