Kisah Fajar Tri Asih Mengelola Dua Puskesmas di Masa Pandemi

Jakarta, 21 April 2021 - Menjadi perawat sudah jadi pilihan Fajar Tri Asih, S. Kep, Ns., MM, perempuan asal Sokaraja Banyumas, Jawa Tengah. Dia sempat menempuh Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) di Purwokerto, lalu wiyata bakti di RS Umum Purwokerto selama setahun. Kemudian pada 1989 mulai bertugas di Puskesmas Baturaden II Banyumas. Tri Asih menempuh pendidikan Diploma 3 tahun 2001 Keperawatan dan dilanjutkan Strata 1 Keperawatan juga pada 2005. Tidak cukup menimba ilmu Keperawatan. Pada tahun 2008, Tri Asih mengambil pendidikan Magister Manajemen di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto. 

Tri Asih menceritakan, dirinya pernah ditugaskan di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas sampai akhirnya kembali mengabdi di Puskesmas Baturaden II. Bahkan saat ini dia juga sebagai Plt Kepala Puskesmas I Baturaden Banyumas. Menurut Tri Asih, Kepala Puskesmas Baturaden I meninggal dunia akibat Covid-19. 

"Jadi saat ini saya harus memimpin dua Puskesmas," ujar Tri Asih, Selasa (20/4/2021). 

Dia mengatakan, kasus Covid-19 di wilayah Banyumas mulai ditemukan pada Maret 2020. Menurutnya, sempat terjadi ketakutan termasuk pada tenaga kesehatan di Puskesmas tempatnya mengabdi. "Justru di Puskesmas, warga yang datang biasa tidak bergejala. Karenanya resiko lebih rentan," katanya. 

Sebagai Kepala Puskesmas, Tri Asih pun mengambil langkah. Dia turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap warga untuk melakukan tracing. Dulu pengetesan masih berupa rapid antibodi. Tetapi dari situ, Tri Asih berhasil mengungkap klaster Covid 19 yang menjadi salah satu kasus pertama di wilayah Banyumas. 

Dia menjelaskan alasan dirinya terjun langsung melakukan pemeriksaan. Menurutnya, sebagai pimpinan, dirinya harus memberi contoh kepada tenaga kesehatan lain. Dia yakin dengan begitu, tenaga kesehatan di Puskesmas yang dipimpinnya akan mengikuti langkah tersebut. "Saya harus memberi contoh. Jangan sampai masyarakat ini tidak terlayani. Ketika pimpinan mau turun otomatis petugas puskesmas pasti ikut," katanya. 

Ketua DPD PPNI Kabupaten Banyumas ini yakin, dengan niat baik melayani masyarakat dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan akan tetap aman dan selamat. "Jangan takut tapi tetap harus waspada dalam menjalankan tugas. Itu yang saja menguatkan saya," tuturnya. 

Terkait penerapan protokol kesehatan, dia menilai untuk wilayah Baturaden sudah baik. Masyarakat tampak disiplin menggunakan masker saat beraktivitas. Bahkan untuk di wilayah Banyumas secara umum ada operasi masker hingga tingkat desa hingga saat ini. 

Namun menurut Tri Asih, meski saat ini penyebaran Covid 19 mulai mereda di wilayah Banyumas, dirinya tetap mengingatkan agar semua pihak tetap mematuhi protokol kesehatan. 

"Harapan kami pada masyarakat tetap menjaga kesehatan dan juga tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," ujar pengurus DPP Asosiasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) ini.

***

Tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) - Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.  Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[KPCPEN/RDKS/YOY]

 

Bagikan