Kesembuhan COVID-19 Bertambah Mencapai 4.083.690 Orang 

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 25 Oktober 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 1.236 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.083.690 orang (96,3%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 806 kasus dan totalnya menurun menjadi 13.554 kasus (0,3%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 460 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.240.479 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 30 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.235 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 215.822 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 3.736 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 391.611 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 113 juta orang atau 113.424.379 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 348.569 orang dan totalnya meningkat melebihi 68 juta orang atau angka tepatnya 68.264.009 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 4.600 orang dan kumulatifnya melebihi 1 juta orang atau 1.107.424 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta menambahkan 166 orang dan kumulatifnya 846.321 orang, diikuti Jawa Barat menambahkan 163 orang dan kumulatifnya 689.285 orang, Kalimantan Utara menambahkan 149 orang dan kumulatifnya 33.965 orang, Jawa Tengah menambahkan 113 kasus dan kumulatifnya 452.614 kasus serta Jawa Timur menambahkan 69 orang dan kumulatifnya 367.747 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di DKI Jakarta menambahkan 82 kasus dan kumulatifnya 860.962 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 68 kasus dan kumulatifnya 705.156 kasus, Jawa Tengah menambahkan 44 kasus dan kumulatifnya 484.621 kasus, Jawa Timur menambahkan 35 kasus dan kumulatifnya 397.864 kasus serta Kalimantan Utara menambahkan 26 kasus dan kumulatifnya 35.715 kasus.

Untuk sebaran kasus aktif dengan angka tertinggi pada 5 provinsi, berada di Jawa Tengah sebanyak 1.913 kasus, Papua sebanyak 1.252 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.187 kasus, DKI Jakarta sebanyak 1.064 kasus dan Lampung sebanyak 1.033 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 10 kasus dan kumulatifnya 30.094 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 7 kasus dan kumulatifnya 29.590 kasus, Jawa Barat menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya kasus 14.684 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya 5.447 kasus serta DKI Jakarta menambahkan 1 kasus dan kumulatifnya 13.577 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 45.261.565 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.864.962 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 35.697.828 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,34% dan positivity rate spesimen mingguan (17 - 23 Oktober 2021) di angka 0,57%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah19 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 137.617 orang dan kumulatifnya 30.265.853 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 26.025.374 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 137.617 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,33% dan positivity rate orang mingguan (17 - 23 Oktober 2021) di angka 0,49%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 25 Oktober 2021


Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

 

[ISTA/ACU/CHO]

Bagikan