Kesembuhan COVID-19 Bertambah Mencapai 4.080.351 Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 22 Oktober 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 1.231 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.080.351 orang (96,3%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 504 kasus dan totalnya menurun menjadi 15.090 kasus (0,4%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 760 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.238.594 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 33 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.153 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 250.740 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 6.556 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 1.089.264 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 111 juta orang atau 111.496.041 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 1.143.519 orang dan totalnya meningkat melebihi 66 juta orang atau angka tepatnya 66.316.667 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 8.266 orang dan kumulatifnya melebihi 1 juta orang atau 1.092.871 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Barat menambahkan 174 orang dan kumulatifnya 689.001 orang, diikuti Jawa Tengah menambahkan 158 kasus dan kumulatifnya 452.246 kasus, Sulawesi Selatan menambahkan 129 orang dan kumulatifnya 106.668 orang, Jawa Timur menambahkan 96 orang dan kumulatifnya 367.546 orang serta
DKI Jakarta menambahkan 83 orang dan kumulatifnya 845.853 orang. 

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Barat menambahkan 133 kasus dan kumulatifnya 704.939 kasus, diikuti Jawa Tengah menambahkan 89 kasus dan kumulatifnya 484.370 kasus, DKI Jakarta menambahkan 83 kasus dan kumulatifnya 860.633 kasus, Jawa Timur menambahkan 63 kasus dan kumulatifnya 397.701 kasus serta Bali menambahkan 33 kasus dan kumulatifnya 113.673 kasus.

Untuk sebaran kasus aktif dengan angka tertinggi pada 5 provinsi, berada di Jawa Tengah sebanyak 2.047 kasus, Papua sebanyak 1.734 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.258 kasus, DKI Jakarta sebanyak 1.207 kasus dan Kalimantan Utara sebanyak 1.091 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 8 kasus dan kumulatifnya 30.077 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 5 kasus dan kumulatifnya 14.680 kasus, Jawa Timur menambahkan 3 kasus kasus dan kumulatifnya 29.576 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 3 kasus dan kumulatifnya 5.441 kasus serta DI Yogyakarta menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya 5.240 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 44.580.411 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.861.846 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 35.019.903 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,56% dan positivity rate spesimen mingguan (10 - 16 Oktober 2021) di angka 0,69%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 40 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 165.247 orang dan kumulatifnya 29.832.090 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 25.593.496 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 164.487 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,46% dan positivity rate orang mingguan (10 - 16 Oktober 2021) di angka 0,58%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 22 Oktober 2021


Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/DKW]

Bagikan