Berita Terkini

Angka Kesembuhan COVID-19 Terus Meningkat Mencapai 5.892.126

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 21 Mei 2022 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah 254 orang terdiri 235 transmisi lokal dan 19 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Sehingga angka kumulatifnya terus meningkat melebihi 5,8 juta orang sembuh atau tepatnya 5.892.126 orang (97,3%).

Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, bertambah 3 kasus dengan angka kumulatifnya kisaran 3 ribu kasus atau tepatnya 3.718 kasus (0,1%). Sementara, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), per hari ini bertambah 263 kasus terdiri 251 kasus transmisi lokal dan 12 PPLN. Sehingga angka kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 6.052.363 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal bertambah 6 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya mencapai 156.519kasus (2,6%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 78.614 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 3.749 kasus.

Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 45.565 totalnya melebihi 199 juta atau 199.844.276 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 132.018 dengan totalnya melebihi 166 juta atau tepatnya 166.764.720 orang. Serta vaksinasi ke-3 bertambah 349.398 dengan totalnya melebihi 43 juta atau 43.911.285 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, pada perkembangan per provinsi, kesembuhan dari 21 provinsi. Angka tertinggi harian dari 5 provinsi diantaranya, tertinggi di DKI Jakarta 81 orang terdiri 70 transmisi lokal dan 11 PPLN dengan kumulatifnya 1.233.584 orang, diikuti Jawa Timur 35 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 544.277 orang, Jawa Barat 30 orang terdiri 29 transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya 1.089.904 orang, Bali 27 orang terdiri 20 transmisi lokal dan 7 PPLN dengan kumulatifnya 152.752 orang, serta Jawa Tengah 12 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 594.143 orang.

Lalu, kasus terkonfirmasi positif bertambah dari 23 provinsi. Angka tertinggi berasal dari 5 provinsi, diantaranya DKI Jakarta 93 kasus terdiri 85 transmisi lokal dan 8 PPLN dengan kumulatifnya 1.249.632 kasus, diikuti Jawa Timur 39 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 576.067 kasus, Jawa Barat 34 kasus dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 1.106.241 kasus, Banten 25 kasus dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 292.909 kasus serta Jawa Tengah 21 kasus dengan kumulatifnya 627.507 kasus.

Disamping itu, hari ini 4 provinsi menambahkan kematian dari kasus transmisi lokal. Terdapat 2 provinsi masing-masing 2 kasus yaitu Jawa Timur dengan kumulatifnya 31.632 kasus dan Jawa Barat dengan kumulatifnya 15.805 kasus. Sementara 2 provinsi lainnya masing-masing 1 kasus antara lain Jawa Tengah dengan kumulatifnya 33.173 kasus, dan Sulawesi Barat kasus dengan kumulatifnya 392 kasus.

Selain itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 98.027.949 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 11.587.772 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 84.759.580 spesimen. Positivity rate orang harian dari NAAT (RT-PCR) dan Antigen di angka 0,60% dan positivity rate orang mingguan (15 - 21 Mei 2022) di angka 0,49%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 2 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 55.050 orang dan kumulatifnya 64.640.321 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 58.587.958 orang, termasuk tambahan hari ini sebanyak 54.787 orang. Sementara positivity rate orang harian dari NAAT (RT-PCR/TCM) dan Antigen di angka 0,48% dan positivity rate orang mingguan (15 - 21 Mei 2022) di angka 0,32%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada pada 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Jakarta, 21 Mei 2022

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/YOY]

Bagikan

Info Penting