Angka Kesembuhan COVID-19 Terus Meningkat Mencapai 4.012.448 Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 23 September 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 4.386 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.012.448 orang (95,5%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 1.665 kasus dan totalnya menurun menjadi 47.997 kasus (1,1%). Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 2.881 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.201.559 kasus. 

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 160 kasus dan kumulatifnya mencapai 141.114 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 248.125 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 353.860 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 terus bertambah dan hari ini sebanyak 1.134.340 orang dengan totalnya melebihi 83 juta orang atau 83.248.128 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi ke-2 juga meningkat melebihi 46 juta orang atau angka tepatnya 46.980.347 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 484.170 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah sebanyak 6.279 orang dan kumulatifnya sebanyak 878.589 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Timur menambahkan 428 orang dan kumulatifnya 362.218 orang, diikuti DI Yogyakarta menambahkan 416 orang dan kumulatifnya 146.907 orang, Jawa Barat menambahkan 373 orang dan kumulatifnya 683.088 orang, DKI Jakarta menambahkan 265 orang dan kumulatifnya 841.046 orang serta Jawa Tengah menambahkan 248 orang dan kumulatifnya 446.856 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Tengah menambahkan 333 kasus dan kumulatifnya 480.402 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 243 kasus dan kumulatifnya 701.506 kasus, Jawa Timur menambahkan 220 kasus dan kumulatifnya 394.180 kasus, DKI Jakarta menambahkan 165 kasus dan kumulatifnya 856.750 kasus serta Bali menambahkan 138 kasus dan kumulatifnya 111.942 kasus.

Untuk sebaran kasus aktif per provinsi, angka tertinggi berada di Jawa Barat sebanyak 3.843 kasus, Jawa Tengah sebanyak 3.755 kasus, Aceh sebanyak 2.348 kasus, Kalimantan Utara sebanyak 2.973 kasus dan Sumatera Utara sebanyak 2.911 kasus. 

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Aceh menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 1.868 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya tertinggi mencapai 29.322 kasus, Jawa Tengah menambahkan 16 kasus dan kumulatifnya 29.791 kasus, Bali menambahkan 16 kasus dan kumulatifnya 3.893 kasus serta Jawa Barat menambahkan 13 kasus dan kumulatifnya 14.575 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 37.348.941 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.797.185 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 27.854.466 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 1,86% dan positivity rate spesimen mingguan (12 - 18 September 2021) di angka 2,65%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 68 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 173.914 orang dan kumulatifnya 24.908.070 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 20.706.511 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 171.033 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 1,66% dan positivity rate orang mingguan (12 - 18 September 2021) di angka 2,19%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 23 September 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/VJY]

Bagikan