Yang Terlupakan Sejarah Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda

Indonesia, sebagai salah satu wilayah berdaulat di dunia, akan dan tetap rentan terkena dampak pandemi influenza. Sejarah telah menegaskannya. Penelitian sejarah pandemi influenza 1918 di Hindia Belanda menyatakan bahwa negara ini punya berbagai pintu masuk untuk berjangkitnya wabah yang merebak di negara lain.

Oleh karena itu, kelanjutan penelitian mengenai sejarah penyakit semacam ini masih sangat diperlukan. Agar dapat digunakan sebagai bentuk peringatan, baik bagi pemerintah maupun masyarakat umum, tentang perlunya mencari sebanyak-banyaknya informasi dan referensi penanganan pandemi influenza pada masa lalu.

Dari berbagai laporan arsip dan catatan pemerintah kolonial, influenza ternyata telah lama muncul di Hindia Belanda. Kejadian influenza di wilayah koloni Kerajaan Belanda ini terjadi dalam banyak periode, berulangkali muncul setelah sekian tahun tidak terdeteksi.

Namun, wabah influenza yang paling besar dampaknya adalah pandemi influenza 1918 atau yang dikenal sebagai Flu Spanyol. Wabah flu itu merupakan wabah penyakit yang terganas dalam sejarah umat manusia karena telah meminta korban jutaan orang. Diperkirakan antara 20 hingga 40 juta orang meninggal dunia karena wabah penyakit mematikan tersebut. Selamat membaca!

Kerja sama Departemen Sejarah FIB UI - UNICEF Jakarta - Komnas FBPI 2019

Detail:

  • Tipe: Dokumen
  • Format: PDF
  • Jumlah Halaman: 236
  • Ukuran: A4

Unduh Materi

Bagikan