Ketahui: Data Terbaru Menunjukkan Kebanyakan Warga tidak Berencana Mudik Tahun Ini

Tanggal 21 April 2020 Presiden Joko Widodo mengumumkan larangan mudik untuk menahan penyebaran COVID-19. Sebelum larangan dikeluarkan, terdapat sejumlah survei yang melihat rencana warga melakukan mudik. Di antaranya adalah dua survei berikut.

Survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub, yang melibatkan lebih dari 14.000 respoden, menemukan 24% responden masih berencana mudik. Sekitar 7% baru saja kembali dari kampung halaman dan mayoritas responden menyatakan tidak berencana mudik.

Survei di situs covid19.go.id pada pertengahan April 2020, yang diikuti lebih dari 5000 pengunjung, menyimpulkan 77% responden telah membatalkan rencana mudik tahun ini karena wabah virus corona. Meski demikian, sekitar 9% melaporkan tetap berencana mudik dan 14% lainnya masih belum memutuskan.

Tahun lalu diperkirakan 20 juta warga mudik ke kampung halaman sepanjang bulan Ramadhan. Di tengah wabah, pegerakan orang sebanyak itu tentu mendatangkan risiko penyebaran yang besar sekali, terutama mereka yang menggunakan kendaran umum.

Kendaraan umum seperti bus atau kereta api membuka peluang penyebaran virus corona antarpenumpang. Setelah itu, penyebaran dapat berlanjut pada keluarga dan teman-teman di kampung halaman.

Apalagi sulit mengetahui siapa yang sebenarnya membawa virus karena banyak orang terkena virus tanpa gejala. Mereka seperti layaknya orang sehat sehingga tanpa disadari mudah menularkan ke orang-orang yang rentan, seperti lansia dan orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan lainnya.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan virus corona sangat mudah menular. Satu orang dapat menularkan ke setidaknya dua orang. Dua orang yang tertular kemudian menularkan minimal pada empat orang lain dan begitu seterusnya sehingga secara matematis akan terlihat begitu mudah suatu kampung mengalami wabah virus corona.

Menggunakan masker, sering cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain dapat mengurangi risiko terkena virus, tetapi dari pengalaman sejumlah negara, yang paling efektif adalah warga tetap berada di rumah saja.

Beberapa daerah menerapkan peraturan yang mengharuskan warga yang baru datang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dengan pengawasan aparat. Beberapa daerah bahkan menempatkan mereka di sarana khusus. Berada 2 minggu di isolasi tidak bisa kemana-mana rasanya bukan pengalaman yang menyenangkan.

Pemerintah telah menambah 4 hari cuti bersama di bulan Desember dan mungkin itu jadi waktu yang lebih baik untuk mengunjungi sanak famili di kampung.

Bagikan