Kesembuhan COVID-19 Mencapai 4.105.352 Orang 

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 2 Desember 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 388 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4,1 juta orang sembuh atau tepatnya 4.105.352 orang (96,4%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang 87 kasus dan totalnya menjadi 7.796 kasus (0,2%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 311 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.256.998 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 10 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.850 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 291.460 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 5.253 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 680.183 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 140 juta orang atau 140.885.229 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 799.303 orang dan totalnya meningkat melebihi 97 juta orang atau angka tepatnya 97.318.649 orang. Serta penerima vaksin ke-3 angka kumulatifnya melebihi 1,2 juta orang atau 1.222.409 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat 5 provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta menambahkan 67 orang dan kumulatifnya 850.015 orang, diikuti Jawa Barat menambahkan 54 orang dan kumulatifnya 692.211 orang, Jawa Tengah menambahkan 34 orang dan kumulatifnya 454.878 orang, Jawa Timur menambahkan 33 orang dan kumulatifnya 369.561 orang serta Maluku Utara menambahkan 31 orang dan kumulatifnya 11.786 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Barat menambahkan 83 kasus dan kumulatifnya 707.937 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 35 kasus dan kumulatifnya 399.478 kasus, Jawa Tengah menambahkan 30 kasus dan kumulatifnya 486.435 kasus, DKI Jakarta menambahkan 28 kasus dan kumulatifnya 864.045 kasus serta Banten menambahkan 16 kasus dan kumulatifnya 132.703 kasus.

Pada sebaran kasus aktif per provinsi, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Diantaranya Papua sebanyak 1.692 kasus, Jawa Tengah sebanyak 1.326 kasus, Jawa Barat sebanyak 989 kasus, Riau sebanyak 573 kasus dan Lampung sebanyak 569 kasus. 

Selain itu, per hari ini terdapat 6 provinsi yang menambahkan kasus kematian. Yaitu Jawa Tengah menambahkan 4 kasus dan kumulatifnya 30.231 kasus serta Bali menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya 4.047 kasus. Sementara 3 provinsi lainnya menambahkan masing-masing 1 kasus yaitu Riau dengan kumulatifnya 4.117 kasus, Lampung dengan kumulatifnya 3.851 kasus, Sulawesi Selatan dengan kumulatifnya 2.238 kasus serta Sulawesi Utara dengan kumulatifnya 1.058 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 55.038.077 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.891.563 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 45.476.258 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,16% dan positivity rate spesimen mingguan (21 - 27 November 2021) di angka 0,21%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 21 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 199.658 orang dan kumulatifnya 36.885.898 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 32.628.900 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 199.347 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,16% dan positivity rate orang mingguan (21 - 27 November 2021) di angka 0,20%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 2 Desember 2021


Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

 

[ISTA/ACU/CHO]

Bagikan

Info Penting