Kesembuhan COVID-19 Bertambah Mencapai 4.079.120 Orang

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 21 Oktober 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 1.372 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.079.120 orang (96,3%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 782 kasus dan totalnya menurun menjadi 15.594 kasus (0,4%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 633 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.237.834 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 43 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.120 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 218.399 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 4.336 kasus. 

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 609.911 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 110 juta orang atau 110.406.777 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 550.456 orang dan totalnya meningkat melebihi 65 juta orang atau angka tepatnya 65.173.148 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 284 orang dan kumulatifnya melebihi 1 juta orang atau 1.084.605 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Barat menambahkan 213 orang dan kumulatifnya 688.827 orang, diikuti Sulawesi Selatan menambahkan 162 orang dan kumulatifnya 106.539 orang, DKI Jakarta menambahkan 151 orang dan kumulatifnya 845.770 orang, Jawa Tengah menambahkan 110 kasus dan kumulatifnya 452.088 kasus serta Jawa Timur menambahkan 91 orang dan kumulatifnya 367.450 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di DKI Jakarta menambahkan 89 kasus dan kumulatifnya 860.550 kasus, diikuti Jawa Tengah menambahkan 88 kasus dan kumulatifnya 484.281 kasus, Kalimantan Barat menambahkan 74 kasus dan kumulatifnya 40.874 kasus, Jawa Timur menambahkan 64 kasus dan kumulatifnya 397.638 kasus serta Jawa Barat menambahkan 42 kasus dan kumulatifnya 704.806 kasus.

Untuk sebaran kasus aktif dengan angka tertinggi pada 5 provinsi, berada di Jawa Tengah sebanyak 2.124 kasus, Papua sebanyak 1.735 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.304 kasus, 1.314 kasus, DKI Jakarta sebanyak 1.207 kasus dan Kalimantan Utara sebanyak 1.100 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 15 kasus dan kumulatifnya 30.069 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 7 kasus kasus dan kumulatifnya 29.573 kasus, Aceh menambahkan 4 kasus dan kumulatifnya 2.038 kasus, Jawa Barat menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya 14.675 kasus, serta Riau menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya 4.101 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 44.329.671 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.860.437 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 34.770.612 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,45% dan positivity rate spesimen mingguan (10 - 16 Oktober 2021) di angka 0,69%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 22 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 148.492 orang dan kumulatifnya 29.666.843 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 25.429.009 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 147.859 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,43% dan positivity rate orang mingguan (10 - 16 Oktober 2021) di angka 0,58%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Jakarta, 21 Oktober 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/VJY]

Bagikan