Angka Kesembuhan COVID-19 Terus Meningkat Mencapai 5.892.411

JAKARTA - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 22 Mei 2022 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah 285 orang terdiri 281 transmisi lokal dan 4 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Sehingga angka kumulatifnya terus meningkat melebihi 5,8 juta orang sembuh atau tepatnya 5.892.411 orang (97,3%).

Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, berkurang 3 kasus dengan angka kumulatifnya kisaran 3 ribu kasus atau tepatnya 3.657 kasus (0,1%). Sementara, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), per hari ini bertambah 227 kasus terdiri 207 kasus transmisi lokal dan 20 PPLN. Sehingga angka kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 6.052.590 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal bertambah 3 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya mencapai 156.522 kasus (2,6%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 62.661 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 2.477 kasus.

Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 39.277 totalnya melebihi 199 juta atau 199.883.553 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 72.895 dengan totalnya melebihi 166 juta atau tepatnya 166.837.615 orang. Serta vaksinasi ke-3 bertambah 188.452 dengan totalnya melebihi 44 juta atau 44.099.285 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.737 orang.

Lebih lanjut, pada perkembangan per provinsi, kesembuhan dari 16 provinsi. Angka tertinggi harian dari 5 provinsi diantaranya, Banten 100 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 289.764 orang, diikuti DKI Jakarta 89 orang terdiri 88 transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya 1.233.673 orang, Jawa Timur 26 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 544.303 orang, Jawa Barat 17 orang terdiri 29 transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya 1.089.921 orang, serta Jawa Tengah 14 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 594.157 orang.

Lalu, kasus terkonfirmasi positif bertambah dari 20 provinsi. Angka tertinggi berasal dari 5 provinsi, diantaranya DKI Jakarta 110 kasus terdiri 94 transmisi lokal dan 16 PPLN dengan kumulatifnya 1.249.742 kasus, diikuti Banten 27 kasus dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 292.936 kasus, Jawa Timur 25 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 576.092 kasus, Jawa Barat 19 kasus dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 1.106.260 kasus, serta Jawa Tengah 10 kasus dengan kumulatifnya 627.517 kasus.

Untuk kasus aktif, tersebar pada 34 provinsi. Namun, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi antara lain, DKI Jakarta 784 kasus, Jawa Barat 534 kasus, Riau 339 kasus, Banten 242 kasus, dan Papua 212 kasus.

Disamping itu, hari ini ada 2 provinsi menambahkan kematian kasus dari kasus transmisi lokal. Diantaranya, DKI Jakarta 2 kasus dengan kumulatifnya 15.285 kasus dan Sulawesi Tenggara 1 kasus dengan kumulatifnya 567 kasus.

Selain itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 98.090.610 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 11.588.334 pesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 84.821.676 spesimen. Positivity rate orang harian dari NAAT (RT-PCR) dan Antigen di angka 0,90% dan positivity rate orang mingguan (15 - 21 Mei 2022) di angka 0,49%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 3 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 46.218 orang dan kumulatifnya 64.686.539 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 58.633.949 orang, termasuk tambahan hari ini sebanyak 45.991 orang. Sementara positivity rate orang harian dari NAAT (RT-PCR/TCM) dan Antigen di angka 0,49% dan positivity rate orang mingguan (15 - 21 Mei 2022) di angka 0,32%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada pada 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Jakarta, 22 Mei 2022

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

[ISTA/ACU/VJY]

Bagikan

Info Penting