Regulasi
Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.02/II/252/2022
  1. Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (booster) adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat Vaksinasi Primer Dosis Lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.
  2. Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (booster) diselenggarakan oleh Pemerintah.
  3. Sasaran Vaksinasi Program Dosis Lanjutan (booster) adalah masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas yaitu kelompok lanjut usia dan penderita imunokompromais.
  4. Pelaksanaan Vaksinasi Program Dosis Lanjutan (booster) bagi sasaran lansia dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota, sementara sasaran non-lansia dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%.
  5. Syarat penerima vaksin dosis lanjutan (booster) adalah:
    1. Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi Peduli Lindungi;
    2. Berusia 18 tahun ke atas; dan
    3. Telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.
  6. Pemberian dosis lanjutan (booster) dilakukan melalui dua mekanisme yaitu:
    1. Homolog, yaitu pemberian dosis lanjutan (booster) dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya
    2. Heterolog, yaitu pemberian dosis lanjutan (booster) dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya
  7. Regimen dosis lanjutan (booster) yang diberikan pada bulan Januari 2022 yaitu:
    1. Untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan:
      • Vaksin Astra Zeneca, separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.
      • Vaksin Pfizer, separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml.
    2. Untuk sasaran dengan dosis primer Astra Zeneca maka diberikan:
      • Vaksin Moderna, separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.
      • Vaksin Pfizer, separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml.
    3. Bila ada regimen dosis lanjutan yang baru untuk Vaksinasi Program akan disampaikan kemudian.
  8. Tata cara pemberian dosis lanjutan (booster) dilakukan sebagai berikut:
    1. Penyuntikan dilakukan secara intramuskular di lengan atas.
    2. Penyuntikan half dose dilakukan dengan menggunakan ADS 0,3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0,15 ml dan 0,25 ml. Bagi daerah yang belum menerima ADS ini, maka dapat memanfaatkan ADS yang tersedia.
    3. Sebelum pemberian vaksinasi, dilakukan skrining terlebih dahulu menggunakan format Lampiran 1.
    4. Penggunaan vaksin pada ibu hamil mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.
  9. Pelaksanaan kegiatan Vaksinasi Program Dosis Lanjutan (Booster) dilakukan di puskesmas, rumah sakit milik Pemerintah dan Pemerintah daerah maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota.
  10. Alur pelayanan vaksinasi dilaksanakan sesuai standar sebagaimana dijelaskan pada Lampiran 2.
  11. Vaksinasi dosis lanjutan (booster) dapat dilaksanakan bersamaan dengan vaksinasi primer, dengan vaksinator yang berbeda. Dahulukan penggunaan vaksin yang sudah dekat masa kadaluarsa terlebih dahulu (Early Expired First Out).
  12. Pencatatan hasil layanan dilakukan menggunakan aplikasi PCare Vaksinasi.

Detail:

  • Tipe: Dokumen
  • Format: PDF
  • Jumlah Halaman: 7
  • Ukuran: A4

Unduh Materi

Info Penting